Senin, 26 November 2012

Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)


Biaya Tenaga Kerja Langsung

Pada setiap perusahaan tentu ada biaya yang dikeluarkan untuk keperluan buruh / tenaga kerja.
Tenaga kerja, merupakan salah satu faktor produksi yang utama dan yang selalu ada dalam perusahaan, meskipun pada perusahaan tersebut sudah digunakan mesin-mesin. Mesin yang bekerja dalam perusahaan tentu saja perlu ditangani oleh tenaga manusia, meskipun mesin-mesin zaman sekarang sudah banyak yang bersifat otomatis.

 Tenaga Kerja yang bekerja di pabrik dikelompokkan menjadi dua yakni:
• tenaga kerja langsung dan,
• tenaga kerja tak langsung

Tenaga kerja langsung yaitu tenaga kerja di pabrik yang secara langsung terlibat pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau pada barang yang dihasilkan. Sedangkan tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja di pabrik yang tidak terlibat secara langsung pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik. 

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tenaga kerja antara lain adalah:
• Kebutuhan tenaga kerja.
• Pencarian atau penarikan tenaga kerja.
• Latihan bagi tenaga kerja baru.
• Evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja.
• Gaji dan upah yang harus diterima oleh tenaga kerja.
• Pengawasan tenaga kerja.

PERSIAPAN-PERSIAPAN DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TENAGA KERJA
Sebelum menyusun anggaran tenaga kerja perlu ditentukan terlebih dahulu dasar satuan utama yang digunakan untuk menghitungnya. Kerap kali ditemui dalam praktik yakni satuan hitung atas dasar jam buruh langsung (Direct Labor Hour/DHL) dan biaya buruh langsung (Direct Labor Cost).
Dalam persiapan penyusunan anggaran ini terlebih dahulu dibuat manning table.

Manning table disusun sebagai hasil perkiraan langsung masing-masing kepala bagian. Setelah itu lalu dihitung jam buruh langsung untuk masing-masing jenis barang yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat mereka bekerja. Jam buruh langsung ini dapat dihitung dengan berbagai cara, di antaranya dengan analisa gerak dan waktu. Sebagai hasil dilakukannya analisa gerak dan waktu ini akan diperoleh waktu standart yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit barang tertentu, yang dinyatakan dengan DLH /Direct Labor Hour.

Setelah dihitung jam buruh langsung untuk masing-masing jenis barang, kemudian dibuat perkiraan tentang tingkat upah rata-rata (average wage rate) untuk tahun anggaran yang bersangkutan. Cara yang termudah untuk mencari tingkat rata-rata per orang per jam buruh langsung adalah dengan membagi jumlah rupiah yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja langsung dengan jumlah jam tenaga kerja langsung yang diperlukan.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung:
a) Jumlah barang yang diprodusir, yang dilihat dari anggaran produksi.
b) Jam buruh langsung (DLH) yang diperlukan untuk mengerjakan 1 unit barang.
c) Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung.
d) Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan.
e) Waktu produksi barang (bulan atau kuartal).

 Contoh Soal BTKL
Sebuah perusahaan pada tahun 2006 merencanakan kegiatan produksi sebagai berikut :
Triwulan I   : 1.200 unit.
Triwulan II  : 1.300 unit.
Triwulan III : 1.400 unit.
Triwulan IV : 1.600 unit.

untuk memproses bahan mentah menjadi produk jadi dilakukan melalui 2 tahap, yaitu melalui bagian produksi dan bagian finishing, yang masing - masing membutuhkan waktu 2 jam kerja langsung dan 3 jam kerja langsung. Tarif upah pada masing – masing bagian sebesar 600 dan pada bagian pencampuran 750 pada bagian finishing.

Diminta :

Susunlah anggaran tenaga kerja langsung tahun 2006 yang terbagi ke dalam
anggaran jam kerja langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Jawab :

Diketahui :
Total Produksi 5.500

Anggaran Jam Kerja Langsung
Bagian Pencampuran :
Triwulan I   : 1.200 x =  2.400.
Triwulan II  : 1.300 x = 2.600.
Triwulan III : 1.400 x = 2.800.
Triwulan IV : 1.600 x = 3.200

Sehingga total jam kerja dari bagian pencampuran adalah 11.000.

Bagian Finishing.
Triwulan I   : 1.200 x = 3.600.
Triwulan II  : 1.300 x = 3.900.
Triwulan III : 1.400 x = 4.200. 
Triwulan IV : 1.600 x = 4.800.

Sehingga total jam kerja dari bagian Finishing adalah : 16.500

Dan total JKL per Triwulan adalah :
Triwulan I   : 2.400 + 3.600 = 6.000.
Triwulan II  : 2.600 + 3.900 = 6.500.
Triwulan III : 2.800 + 4.200 = 7.000.
Triwulan IV : 3.200 + 4.800 = 8.000.
keseluruhan JKL : 27.500.

Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung :
Bagian Pencampuran : 11.000 x 600 = 6.600.000.
Bagian Finishing       :16.500 x 750  = 12.375.000
sehingga totalnya menjadi              =18.975.000.

oleh karena itu biaya Tenaga Kerja Langsung Perunit bisa di ketahui, dengan cara :
18.975.000/5.500 = 3.450

Sabtu, 24 November 2012

Pertemuan Ke-1 --> Anggaran Perusahaan


Pengertian dasar anggaran perusahaan

Perusahaan dalam mengelola kegiatan tidak lepas dari tujuan dan sasaran yang telah ditentukan oleh manajer atau pemilik perusahaan.
Dimana setelah tujuan dan sasaran ditentukan maka manajer akan menentukan rencana kegiatan dan rencana anggaran untuk melaksanakanapa yang akan diinginkan perusahaan.
Seorang manajer harus memperhatikan 6 faktor dalam menentukan perencanaan yaitu :

1.    Produk: Trend produk, harga produk dan lainnya.
2.    Pasar: Data segmen pasar, jenis konsumen
3.    Program distribusi : Melatih salesman, kebijakan harga
4.    Program penetlitian dan pengembangan : Koreksi antara program penelitian dan penjualan
5.    Organisasi : Struktur organisasi
6.    Rencana Produksi : Bahan baku, bahan pembantu dan tenaga kerja.

Aktivitas planning akan menghasilkan rencanayang terdiri dari tujuan, strategi, program, prosedur dan anggaran. Anggaran merupakan faktor terakhir hal ini karena anggaran akan bisa berjalan dan bisa ditentukan bilamana segala sesuatu pendukungnya telah ada. Dengan demikian anggaran dapat diartikan sebagai rencana terinci yang dinyatakan secara formal dengan ukuran kwantitatif yang biasanya dinyatakan dengan satuan uang untuk penggunaan sumber sumber pada organisasi dalam jangka waktu tertentu.
Istilah lain yang digunakan yang berarti sama dengan anggaran seperti : Business Budget, profit planning and control, confrehensif budgeting, manajerial budgeting dan business budgeting and controlling.

Pengertian
Anggaran perusahaan adalah suatu proses perencanaan dan pengendalian kegiatan suatu operasi perusahaan yang dinyatakan dalam suatu kegiatan operasi suatu perusahaan, yang dinyatakan dalam suatu kegiatan dalam satuan uang yang bertujuan untuk memproyeksikan operasi perusahaan tersebut dalam proyeksi keuangan.

Dalam menyusun anggaran harus diperhatikan hal berikut :
1. Realistis
2. Luwes
3. Kontinyu


Perbedaan Anggaran dan Ramalan
Anggaran
Ramalan
·         Dinyatakan dengan ukuran uang
·         Berjangka waktu satu tahu
·         Komitment manajemen untuk pencapaian
·         Ditelaah dan disetujui oleh pimpinan
·         Setelah disetujui tidak bisa diubah kecuali dalam kondisi kusus.
·         Dinyatakan dengan ukuran moneter atau bukan
·         Sembarang waktu
·         Peramal tidak bertanggung jawab atas tercapainya ramalan
·         Segera direvisi bilamana menerima informasi baru

Fungsi Anggaran
1.    Dibidang Planning : Membantu arah kebijakan perusahaan
2.    Dibidang coordinating : Membantu mengkoordinasi sdm dg perusahaan
3.    Dibidang Kontorling : Mencegah pemborosan


Tujuan penyusunan anggaran bagi perusahaan
a.    Menyatakan harapan dan sasaran perusahaan secara jelas dan formal
b.    Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak terkait
c.    Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dngan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang lebih jelas
d.    Untuk mengoordinasikan cara yang di tempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya
e.    Untuk menyediakan alat ukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok


Klasifikasi anggaran
1.    Berdasarkan ruang lingkup
Anggaran Koprehensive : anggaran dengan ruang lingkup menyeluruh
Anggaran Parsial : Anggaran dengan ruang lingkup terbatas
2.    Berdasar Fleksibilitas
Anggaran fixed : anggaran disusun untuk periode tertentu, volume tertentu tanpa ada revisi periodic
Anggaran kontinyu : Anggaran disusun untuk periode tertentu volume tertentu namun ada revisi secara periodic
3.    Berdasarkan jangka waktu
Anggaran jangka pendek: jangka waktu satu tahun
Anggaran jangka panjang : Jangka waktu diatas satu tahun.

Berdasarkan ruang lingkup/ investasi perusahaan, anggaran dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a.    Anggaran parsial
Yaitu anggaran yang ruang lingkupnya terbatas,misalnya anggaran untuk bidang produksi atau bidang keuangan saja.
b.   Anggaran Komprehensif
Yaitu anggaran dengan ruang lingkup menyeluruh karena kegiatannya meliputi seluruh aktivitas perusahaan dibidang marketing,produksi, keuangan, personalia dan administrasi.

Berdasarkan fleksibelitasnya, anggaran dibedakan menjadi :
a.    Anggaran Tetap (fixed budget)
Adalah anggaran yang disusun untuk periode tertentu dengan volume yang sudah ditentukan dan berdasarkan volume tersebut disusun rencana mengenai revenue, cost dan expense.
b.    Anggaran kontinyu (continues budget)
Adalah anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu dan berdasarkam volume tersebut diperkirakan besarnya revenue, cost dan expense, namun secara periodik dilakukan penilaian kembali.


Keunggulan dan kelemahan anggaran
1.    Keunggulan
·         Hasil yang diharapkan dari rencana diproyeksikan sebelum rencana dilaksanakan
·         Diperlukan analisis secara teliti
·         Para manajer terkait dilibatkan dalam anggaran 
2.    Kelemahan
·         Disusun berdasarkan estimasi, maka ketepatan tergantung estimasi
·         Anggaran merupakan rencana, rencana akan berhasil bila dilakukan sungguh sungguh
·         Sesuatu yang terjadi tidak 100 % sesuai anggaran

Faktor-Faktor yang mempengaruhi anggaran perusahaan
a.    Faktor Intern yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat didalam perusahaan sendiri. Contoh :karyawan, modal, sumber daya, upah karyawan, penjualan tahun lalu, kapasitas produksi, dll

b.     Faktor Ekstern yaitu data, informasi dan pengalaman yangterdapat diluar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap kehidupan perusahaan. Contoh :  persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan masyarakat, agama, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat, perekonomian national maupun internasional, kemajuan teknologi dan berbagai kebijakan pemerintah.

Keanggotaan dari komisi anggaran
1.    Anggota Direksi
2.    Manajer Pemasaran
3.    Manajer Produksi
4.    Manajer Keuangan
5.    Manajer bagian umum, administrasi dan personalia

Fungsi Pokok anggota Komisi
1.    Menentukan kebijakan umum
2.    Meminta, menerima dan menelaah taksiran anggaran
3.    Menyarankan revisi bila perlu
4.    Menyetujui anggaran

Hubungan budgeting dan accounting
1.       Akuntansi menyediakan data histories
2.       Komponen budgeting dinyatakan secara financial dalam format accounting
3.    Akuntansi menyediakan data actual sebagai bahan evaluasi.



Senin, 05 November 2012

5 Hal yang Pria Harapkan Bisa Dimengerti Wanita

Isi pikiran pria tidak bisa ditebak, kecuali jika Anda punya kemampuan membaca pikiran atau telepati. Tapi ada beberapa hal yang mau mereka bagi untuk diketahui wanita. Situs Shape.com telah menanyakan kepada sejumlah pria dengan rentang usia antara 19-56 tahun mengenai apa yang mereka harap wanita ketahui tentang mereka. Apa saja? Ini jawabannya, seperti dikutip dari eHarmony.

1. Pria Perlu Waktu 'Me Time' Lebih Lama
Momen 'me time' antara pria dan wanita bisa berbeda. Pria biasanya memerlukan waktu untuk sendiri yang lebih lama ketimbang wanita, karena bagi mereka waktu berjalan sangat cepat. Jadi ketika kekasih atau calon pacar tidak balik menelepon/membalas SMS dari Anda, atau sudah dua minggu sejak dia menghubungi Anda, bukan berarti dia tak peduli dan tertarik lagi. Bisa jadi karena dia hanya ingin menikmati 'me time' sendirian atau bersama teman-temannya.

2. Kekuatan Wanita Lebih Besar dari yang Anda Kira
Pengakuan dari seorang editor in chief sebuah majalah gaya hidup pria, seperti dikutip dari Shape, wanita punya daya magis yang kuat dan lebih besar dari yang mereka tahu. "Sesaat Anda (merujuk pada wanita) melirik ke arah kami (para pria), mata kami terpana dan jantung berdegup menembus dada, berarti Anda sudah 'mendapatkan' kami dan tidak ada yang bisa kami lakukan untuk itu!"

3. Pria Senang Menemani Pacarnya Belanja (Kadang-kadang)
Sering melihat seorang pria duduk bosan di mal sementara kekasihnya asyik memilah belanjaan? Sebenarnya pria tidak masalah jika harus menemani kekasihnya berbelanja, bahkan dia suka menghabiskan waktu dengan belanja bersama Anda. Tapi, selama dia boleh memilihkan satu atau dua baju saja untuk Anda. Perlu diingat, suka bukan berarti dia selalu bersedia ikut Anda belanja, jadi batasi frekuensinya agar tidak terlalu sering.

4. Pria Juga Mengkhawatirkan Bentuk Tubuh
Wanita digambarkan sebagai sosok yang sangat peduli penampilan dibandingkan pria. Jangan salah, meskipun dari luar terlihat cuek, Kaum Adam pun mengkhawatirkan bentuk tubuh mereka. Banyak pria yang sangat memerhatikan pola makan, menjalani diet dan olahraga keras di gym demi mendapatkan bentuk tubuh idaman. Jadi, berhati-hatilah jika Anda ingin mengomentari bentuk atau berat badannya karena ini hal yang cukup sensitif.

5. Wanita Tidak Perlu Berusaha Keras untuk Jadi Cantik
Pria akan menghargai wanita yang rela dandan berjam-jam demi terlihat menarik di depan pria. Tapi sebenarnya bukan itu yang diinginkan pria. Mereka lebih suka melihat wanita yang cantik alami daripada bermake-up tebal dan rambut yang diblow-dry berlebihan. Kunci utamanya, fokuskan pada perawatan tubuh dan wajah, bukan 'berinvestasi' dengan berpuluh-puluh produk make-up.

EKUITAS PEMILIK MODAL DAN LABA YANG DITAHAN

-->
EKUITAS PEMILIK MODAL
DAN
LABA YANG DITAHAN





PENYUSUN :
MIAWATI KHOTIMAH
1011110005


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TUNAS NUSANTARA

KATA PENGANTAR


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Alla SWT karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Ekuitas Pemilik Modal dan Laba yang Ditahan”. Makalah yang saya susun ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Ekuntansi Keuangan 2.

Harapan saya, semoga makalah ini dapat melengkapi nilai tugas saya dalam meta kuliah tersebut dan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang membantu saya dalam proses pembuatan makalah ini sampai akhirnya dapat saya selesaikan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jakarta, Mei 2012





                                                                                                                                        Penulis





i


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR …..................................................................................... i
DAFTAR ISI …................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar belakang …....................................................................................... 1
  2. Tujuan ….................................................................................................... 1
  3. Rumusan masalah …................................................................................... 2
BAB II
  1. Landasan teori …....................................................................................... 3
BAB III PEMBAHASAN
  1. Sifat dan penggolongan modal saham ….................................................. 5
  2. Penerbitan dan konversi saham konversi saham ...................................... 8
  3. Pembelian kembali saham yang beredar .................................................. 9
  4. Hak, waran, dan opsi atas saham …............................................. ….... 10
  5. Pemecahan saham dan kebalikan pemecahan saham ........................... 12
  6. Akuntansi untuk dividen dan faktor-faktor yang
    mempengaruhi laba ditahan …................................................................12
BAB IV PENUTUP
  1. Kesimpulan …....................................................................................... .16
  2. Saran …................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA



ii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Laju kehidupan masyarakat Indonesia yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perusahaan merupakan suatu organisasi atau lembaga yang didirikan untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam pelaksanaannya setiap perusahaan pastinya ingin mendapatkan laba yang besar tiap bulan, tahun, atau periode tertentu. Dan tentunya dibutuhkan beberapa pengetahuan tentang modal saham, penerbitan saham, dan lain sebagainya agar perusahaan tidak mengalami kerugian, maka dari itu dalam makalah ini akan dijelaskan tentang hal-hal tersebut.

  1. TUJUAN
    Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efesiensi dan kepengurusan manajemen. Tujuan yang lain adalah menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya, serta merupakan tanggung jawab yuridis pemilik. Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang harus disampaikan berkaitan tentang ekuitas pemegang saham tersebut minimal
    adalah sumber ekuitas, pembatasan pembagian dividen dan likuidasi, batas perlindungan dan urutan penyerapan rugi.
  2. RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimanakah besardividen yang di dapat dari saham biasa dan saham preferen di dalam dunia bisnis?
  2. Bagaimanakah perlakuan akuntansi terhadap pembelian kembali saham yang telah beredar?

BAB II

  1. LANDASAN TEORI
        Karena artikulasi harus dipertahankan, ekuitas tidak didefinisi secara semantik tetapi secara sintaktik. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Godfrey, Hodgson, dan Holmes (1997) membedakan ekuitas dan kewajiban atas dasar tiga kriteria, yaitu hak- hak masing-masing pihak atas penyelesain klaim, hak penggunaan aset dalam operasi, serta substansi ekonomik perjanjian.
            Atas dasar konsep kesatuan usaha, kreditor dan pemegang saham sama-sama mempunyai klaim atau hak untuk dilunasi atas dana yang ditanamkan di perusahaan. Tetapi terdapat dua kharakteristik yang melekat pada hak kreditor, yaitu (a) penyelesaian klaim mereka pada tanggal tertentu melalui transfer aset, dan (b) prioritas diatas pemilik dalam penyelesaian klaim mereka dalam hal likuidasi. Hak kreditor dan pemegang saham juga berbeda dalam hal penggunaan aset.
            Ekuitas pemegang saham diklasifikasikan menjadi dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan. Modal setoran dipecah menjadi modal saham sebagai modal yuridis dan modal setoran tambahan,
dan komponen lain yang merefleksi transasksi pemilik. komponen lain-lain terdiri atas pos-pos yang tidak tepat dimasukkan dalam komponen modal setoran lainnya atau laba ditahan tetapi sering diklasifikasikan sebagai pos ekuitas pemegang saham.

BAB III
PEMBAHASAN

  1. SIFAT DAN PENGGOLONGAN MODAL SAHAM
    Modal saham digolongkan menjadi :
        1. Saham Biasa (Common Stock)
          Saham biasa adalah saham yang pelunasannya dilakukan dalam urutan yang paling akhir dalam hal perusahaan dilikuidasi, sehingga risikonya adalah yang paling besar. Karena risikonya besar, biasanya jika usaha perusahaan berjalan dengan baik maka dividen saham biasa akan lebih besar daripada saham prioritas. Dibandingkan dengan saham prioritas, saham biasa tidak mempunyai preferensi, karena saham prioritas juga memiliki hak yang sama dengan saham biasa. Kadang-kadang hak suara dalam rapat pemegang saham hanya diberikan pada saham biasa, tetapi sering juga saham prioritas mempunyai hak suara. Jika saham perusahaan yang dikeluarkan cuma satu macam maka saham itu selalu saham biasa.
        2. Sertifikat Saham
          Sertifikat saham ini dikeluarkan oleh PT. Danareksa, yaitu
suatu PT yang didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membeli saham perusahaan-perusahaan yang “go public” melalui pasar modal dan menjualnya kembali kepada masyarakat umum dalam bentuk sertifikat saham. Karena sahamnya dimiliki oleh PT. Danareksa, maka hak suara atas saham tersebut juga berada pada PT. Danareksa. Pemilik sertifikat saham tidak memiliki hak suara dalam PT.
        1. Saham Prioritas
          Saham prioritas merupakan saham yang mempunyai beberapa kelebihan, biasanya kelebihan ini dihubungkan dengan pembagian dividen atau pembagian aktiva pada saat likuidasi. Kelebihan dalam hal pembagian dividen adalah bahwa dividen yang dibagi pertama kali harus dibagikan untuk saham prioritas, kalau ada kelebihan, baru dibagikan kepada pemegang saham biasa.Dividen saham prioritas tidak terutang atas dasar waktu, tetapi baru terutang jika sudah diumumkan oleh perusahaan.
          Ada beberapa kelebihan yang dimiliki saham prioritas, yaitu :
  1. Saham Prioritas Kumulatif dan Tidak Kumulatif
            Saham prioritas kumulatif adalah saham prioritas yang dividennya setiap tahun harus dibayarkan kepada pemegang
saham. Apabila dalam suatu tahun dividen tidak dapat dibayarkan, maka pada tahun-tahun berikutnya dividen yang belum dibayar tadi harus dilunasi dulu sehingga dapat mengadakan pembagian dividen untuk saham biasa.
  1. Saham Prioritas Partisipasi dan Tidak Berpartisipasi
          Yang dimaksud dengan partisipasi penuh adalah jika saham prioritas berhak atas dividen dengan jumlah yang sama besar dengan saham biasa sesudah saham biasa mendapat dividen sebesar persentase dividen saham prioritas.
          Sedangkan partisipasi sebagian berarti saham prioritas akan mendapat dividen sampai jumlah tertentu yang ditetapkan sesudah saham biasa mendapat dividen dengan tarif yang sama dengan saham prioritas.
  1. Saham Prioritas atas Aktiva dan Dividen pada Saat Likuidasi
          Saham dengan preferensi seperti ini pada saat likuidasi akan tetap menerima dividen yang belum dibayar, walaupun saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi. Sesudah pelunasan dividennya, saham prioritas ini dilunasi. Jika
saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi maka pelunasan dividen dan nominal saham prioritas dilakukan dari modal yang disetor dari saham biasa.
  1. Saham Prioritas yang Dapat Ditukar dengan Saham Biasa
            Kadang-kadang saham prioritas mempunyai preferensi dapat ditukar dengan saham biasa. Pemegang saham prioritas jenis ini akan menukarkan sahamnya dengan saham biasa dalam keadaan dividen yang dibagi untuk saham biasa tiap tahunnya lebih besar daripada dividen untuk saham prioritas.
  1. PENERBITAN DAN KONVERSI SAHAM
        Konversi Saham
        Para pemegang saham, sesuai dengan syarat-syarat perjanjian saham atau kebijakan khusus yang diambil oleh perusahaan, mungkin diizinkan untuk menukarkan sahamnya dengan saham lain dari kelas lain. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang diakui dalam konversi ini karena konversi merupakan suatu pertukaran satu ekuitas dengan ekuitas lain. Dalam hal tertentu penukaran itu mungkin hanya mempengaruhi perkiraan modal setoran perusahaan dalam hal lain, penukaran itu mungkin hanya
mempengaruhi perkiraan modal setoran perusahaan, dalam hal lain, penukaran itu mungkin mempengaruhi baik perkiraan modal maupun perkiraan laba yang ditahan.

  1. PEMBELIAN KEMBALI SAHAM YANG BEREDAR
        Karena berbagai alasan, perusahaan mungkin saja lebih baik untuk membeli kembali sejumlah saham sendiri yang sedang beredar. Beberapa alasan pembelian kembali saham yang beredar, yaitu:
        1. Memperbesar laba per saham dengan mengurangi jumlah saham yang beredar.
        2. Mendorong naiknya harga pasar saham.
        3. Menaikkan saham untuk dikonversi dengan sekuritas lain.
        4. Menginvestasikan kelebihan kas secara temporer.
Apa pun alasannya, saham suatu perusahaan dapat dibeli kembali dengan menggunakan ketentuan penarikan atau penebusan, engan membeli kembali saham di pasar bebas, atau melalui hibah atau sambungan dari para pemegang saham. Dalam akuntansi untuk pembelian kembali saham, haruslah ditekankan bahwa pembelian kembali tidak menimbulkan laba maupun rugi.
  1. HAK, WARAN, DAN OPSI ATAS SAHAM
    Hak beli saham
        Hak beli saham adalah hak yang diberikan bagi pemegang saham lama untuk membeli sejumlah saham. Harga pasarhak beli ini adalah sebesar selisih harga pasar saham dengan harga yang harus dibayar pemegang saham yang mempunyai hak beli saham. Hal
        yang menjadi permasahan adalah perlukah jumlah rupiah ini dikapitalisasi.
        Bila dividen saham dapat dikapitalisasi maka hak beli saham juga dapat dikapitalisasi, karena hak beli saham dapat dianggap sebagai dividen saham dengan nilai sebesar harga pasar hak beli saham. Jumlah ini dikapitalisasi ke modal setoran lain. Namun argument ini dibantah dengan alasan bahwa kapitalisasi hak beli saham menjadi modal setoran adalah tidak logis karena tidak ada sumber ekonomik yang disetorkan oleh pemegang saham dan tidak ada saham baru yang diterbitkan.
        Opsi saham
        Opsi merupakan instrumen yang dapat digolongkan sebagai sekuritas turunan-saham berupa hak untuk membeli atau menjual sejumlah saham. Opsi diterbitkan atau ditulis oleh investor dan dijual kepada investor lain. Terdapat dua macam opsi yaitu call
dan put. Opsi call adalah opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi untuk membeli saham dengan harga tertentu selama perioda tertentu. Orang membeli bila mengharapkan harga saham menaik. Sedangkan opsi put adalah opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi untuk menjual saham dengan harga tertentu selama perioda tertentu. Orang membeli opsi bila
        mengharapkan harga saham menurun
        Warran
Dalam PSAK No. 41, IAI mendefinisi warran sebagai efek yang diterbitkan oleh suatu perushaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu. Pemegang warran dapat membeli sejumlah saham dengan mengambalikan warran tersebut dan membayar sejumah kas tertentu. Terdapat beberapa kharakteritik dari warran, yaitu (1) berbeda dengan hak beli saham atau opsi, (2) terdapat beberapa jenis: lepas, lekat, dan bebas, (3) perlakuan akuntansi berbeda untuk tiap jenis, dan (4) isu akuntansi: Bila opsi diambil, apakah harga opsi dipisahkan dengan harga sekuritas terkait.
  1. PEMECAHAN SAHAM DAN KEBALIKAN
        PEMECAHAN SAHAM
  1. Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai nominal yang lebih kecil. Dengan demikian jumlah lembar saham yang beredar akan meningkat proporsional dengan penurunan nilai nominal saham. Tujuan stock split adalah untuk menempatkan harga pasar saham dalam trading range tertentu.
  2. Lawan dari stock split adalah reverse splits. Dalam reverse splits ini perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya. Tujuan dari dilakukannya reverse splits adalah untuk menaikan harga pasar saham dalam keadaan dimana harga pasar sahamnya dianggap terlalu rendah.
  1. AKUNTANSI UNTUK DIVIDEN DAN FAKTOR-
        FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LABA DITAHAN
        Wewenang untuk mengendalikan kebijakan dividen merupakan salah satu dari berbagai wewenang yang didelegasikan para pemegang saham kepada dewan direksi.
        1. Pengakuan dan Pembayaran Dividen
          Ada 3 tanggal penting dalam pengakuan dan pembayaran
dividen, yaitu : (1) tanggal pengumuman, (2) tanggal pencatatan, (3) tanggal pembayaran. Dividen menjadi terhutang keada pemegang saham yang tercatat setelah tanggal pengumuman dan sebelum tanggal pembayaran. Kewajiban untuk pembayaran dividen dicatat pada tanggal pengumuman dan ditunaikan pada tanggal pembayaran. Tidak diperlukan ayat jurnal pada tanggal pencatatan,
          tetapi daftar pemegang saham dibuat secara resmi. Penerima dividen pada tanggal 2 Juni kepada para pemegang saham yang tercatat tanggal 2 Mei.
        1. Dividen Kas
          Dividen yang paling lazim adalah dividen kas. Bagi suatu perusahaan, dividen ini menyebabkan penurunan laba yang dibagi dan kas. Kewajiban lancar untuk hutang dividen diakui pada tanggal pengumuman dividen dikirimkan kepada para pemegang saham. Ayat jurnal untuk mencatat pengumuman dan pembayaran dividen adalah sebagai berikut :
          Laba yang ditahan …................................ 100.0000
Hutang dividen ….......................... 100.000
Hutang dividen …..................................... 100.000
                Kas …........................................... 100.000
        1. Dividen Harta
          Pembagian kepada para pemegang saham yang dapat dibayar dengan aktiva selain kas biasanya disebut sebagai dividen harta. Sering kali kativa yang akan didistribusikan adalah sekuritas perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan memindahkan hak pemilikannya dalam sekuritas itu kepada para pemegang saham. Dividen harta biasanya hanya terjadi dalam perseroan yang bersifat tertutup.
          Untuk menggambarkan ayat jurnal atas dividen harta, misalkan bahwaBayu Corporation memiliki 100.000 saham dari Tri- Zamrud Oil Co., harga perolehan $ 2.000.000, nilai pasar wajarnya $ 3.000.000, dan perusahaan ingin mendistribusikan saham itu kepada para pemegang sahamnya. Ada 1.000.000 lembar saham Bayu Corporation yang beredar. Karena itu, dividen sebesar 1/10 dari saham Tri-Zamrud Oil Co., diumumkan untuk setiap lembar saham Bayu Corporation yang beredar. Ayat jurnal untuk mencatat pengumuman pembayaran
dividen itu adalah :
          Laba yang ditahan …..................................... 3.000.000
              Hutang dividen harta …....................….......... 3.000.000
Hutang dividen …......................................... 3.000.000
Investasi dalam saham Tri-Zamrud Oil …..... 2.000.000
Keuntungan dari distribusi dividen harta …...1.000.000
  1. Dividen Saham
          Akuntansi untuk dividen sahamoleh penerbit. Dividen saham biasanya mencakup
  1. Kapitalisasi laba yang ditahan
  2. Pembagian saham biasa kepada pemegang saham biasa.
          Pembagian ini kadang kala disebut sebagai “dividen-saham yang lazim. Ada kalanya saham biasa diterbitkan untuk pemegang saham preferen atau saham preferen diterbitkan untuk pemegang saham biasa. Pembagian ini kadang-kadang disebut sebagai “dividen-saham khusus”.

BAB IV
PENUTUPAN
  1. KESIMPULAN
Jadi, akan lebih menguntungkan bila kita memiliki saham biasa karena laba yang diperoleh lebih besar. Dan perlakuan akuntansi terhadap pembelian kembali saham yang beredar sama sekali tidak mempengaruhi karena atas kegiatan tersebut tidak menimbulkan laba ataupun rugi.
  1. SARAN
    Apabila perusahaan terlihat tidak bagus, sebaiknya saham biasa dijual dan membeli saham preferen karena saham biasa memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan saham preferen.

DAFTAR PUSTAKA

Boockholdt, J.L. Accounting Information Systems. Transaction Processing and Controls. Boston : Irwin McGraw-Hill, 1999.
Charsteen, Lanny G., R.E Flaherty, M.C. O'Connor. Intermediate Accounting. 4th Edition. New York : McGraw-Hill, 1992.
FASB. Accounting Standards. Original Pronouncements. As of June 1985. New York: McGraw-Hill, 1985.
Accounting Standards, Current Text. As of June 1983. New York:
McGraw-Hill, 1983.
Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan per 1 April 2002. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 2002.
Kieso, Donald E. dan Jerry J. Weygandt. Intermediate Accounting. 8th Edition. New York: John Wiley & Sons, 1995.
Nikolai, Loren A. dan John D. Bazley. Intermediate Accounting. 7th Edition. Cincinnati, Ohio: South-Western College Publishing Co., 1997.
Scott, William R. Financial Accounting Theory. 2Sd Edition. Scarborough, Ontario: Prentice Hall Canada Inc., 2000
Skousen, Fred K., W. Steve Albrecht, James D. Stice. Accounting, Concepts and Applications. Cincinnati, Ohio: South-Western College Publishing, 1996.
Wolk, Harry I., M.G Tearney, dan J.L Dodd. Accounting Theory, A Conceptual and Institutional Approach. 5th Edition. New York: South-Western College Publishing, 2001.
Zeff, Stephen A. dan Bala G. Dharan. Reading and Notes on Financial Accounting. Issues and Controversies. 4th Edition. New York: McGraw-Hill, 1983.