Sabtu, 24 November 2012

Pertemuan Ke-1 --> Anggaran Perusahaan


Pengertian dasar anggaran perusahaan

Perusahaan dalam mengelola kegiatan tidak lepas dari tujuan dan sasaran yang telah ditentukan oleh manajer atau pemilik perusahaan.
Dimana setelah tujuan dan sasaran ditentukan maka manajer akan menentukan rencana kegiatan dan rencana anggaran untuk melaksanakanapa yang akan diinginkan perusahaan.
Seorang manajer harus memperhatikan 6 faktor dalam menentukan perencanaan yaitu :

1.    Produk: Trend produk, harga produk dan lainnya.
2.    Pasar: Data segmen pasar, jenis konsumen
3.    Program distribusi : Melatih salesman, kebijakan harga
4.    Program penetlitian dan pengembangan : Koreksi antara program penelitian dan penjualan
5.    Organisasi : Struktur organisasi
6.    Rencana Produksi : Bahan baku, bahan pembantu dan tenaga kerja.

Aktivitas planning akan menghasilkan rencanayang terdiri dari tujuan, strategi, program, prosedur dan anggaran. Anggaran merupakan faktor terakhir hal ini karena anggaran akan bisa berjalan dan bisa ditentukan bilamana segala sesuatu pendukungnya telah ada. Dengan demikian anggaran dapat diartikan sebagai rencana terinci yang dinyatakan secara formal dengan ukuran kwantitatif yang biasanya dinyatakan dengan satuan uang untuk penggunaan sumber sumber pada organisasi dalam jangka waktu tertentu.
Istilah lain yang digunakan yang berarti sama dengan anggaran seperti : Business Budget, profit planning and control, confrehensif budgeting, manajerial budgeting dan business budgeting and controlling.

Pengertian
Anggaran perusahaan adalah suatu proses perencanaan dan pengendalian kegiatan suatu operasi perusahaan yang dinyatakan dalam suatu kegiatan operasi suatu perusahaan, yang dinyatakan dalam suatu kegiatan dalam satuan uang yang bertujuan untuk memproyeksikan operasi perusahaan tersebut dalam proyeksi keuangan.

Dalam menyusun anggaran harus diperhatikan hal berikut :
1. Realistis
2. Luwes
3. Kontinyu


Perbedaan Anggaran dan Ramalan
Anggaran
Ramalan
·         Dinyatakan dengan ukuran uang
·         Berjangka waktu satu tahu
·         Komitment manajemen untuk pencapaian
·         Ditelaah dan disetujui oleh pimpinan
·         Setelah disetujui tidak bisa diubah kecuali dalam kondisi kusus.
·         Dinyatakan dengan ukuran moneter atau bukan
·         Sembarang waktu
·         Peramal tidak bertanggung jawab atas tercapainya ramalan
·         Segera direvisi bilamana menerima informasi baru

Fungsi Anggaran
1.    Dibidang Planning : Membantu arah kebijakan perusahaan
2.    Dibidang coordinating : Membantu mengkoordinasi sdm dg perusahaan
3.    Dibidang Kontorling : Mencegah pemborosan


Tujuan penyusunan anggaran bagi perusahaan
a.    Menyatakan harapan dan sasaran perusahaan secara jelas dan formal
b.    Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak terkait
c.    Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dngan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang lebih jelas
d.    Untuk mengoordinasikan cara yang di tempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya
e.    Untuk menyediakan alat ukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok


Klasifikasi anggaran
1.    Berdasarkan ruang lingkup
Anggaran Koprehensive : anggaran dengan ruang lingkup menyeluruh
Anggaran Parsial : Anggaran dengan ruang lingkup terbatas
2.    Berdasar Fleksibilitas
Anggaran fixed : anggaran disusun untuk periode tertentu, volume tertentu tanpa ada revisi periodic
Anggaran kontinyu : Anggaran disusun untuk periode tertentu volume tertentu namun ada revisi secara periodic
3.    Berdasarkan jangka waktu
Anggaran jangka pendek: jangka waktu satu tahun
Anggaran jangka panjang : Jangka waktu diatas satu tahun.

Berdasarkan ruang lingkup/ investasi perusahaan, anggaran dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a.    Anggaran parsial
Yaitu anggaran yang ruang lingkupnya terbatas,misalnya anggaran untuk bidang produksi atau bidang keuangan saja.
b.   Anggaran Komprehensif
Yaitu anggaran dengan ruang lingkup menyeluruh karena kegiatannya meliputi seluruh aktivitas perusahaan dibidang marketing,produksi, keuangan, personalia dan administrasi.

Berdasarkan fleksibelitasnya, anggaran dibedakan menjadi :
a.    Anggaran Tetap (fixed budget)
Adalah anggaran yang disusun untuk periode tertentu dengan volume yang sudah ditentukan dan berdasarkan volume tersebut disusun rencana mengenai revenue, cost dan expense.
b.    Anggaran kontinyu (continues budget)
Adalah anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu dan berdasarkam volume tersebut diperkirakan besarnya revenue, cost dan expense, namun secara periodik dilakukan penilaian kembali.


Keunggulan dan kelemahan anggaran
1.    Keunggulan
·         Hasil yang diharapkan dari rencana diproyeksikan sebelum rencana dilaksanakan
·         Diperlukan analisis secara teliti
·         Para manajer terkait dilibatkan dalam anggaran 
2.    Kelemahan
·         Disusun berdasarkan estimasi, maka ketepatan tergantung estimasi
·         Anggaran merupakan rencana, rencana akan berhasil bila dilakukan sungguh sungguh
·         Sesuatu yang terjadi tidak 100 % sesuai anggaran

Faktor-Faktor yang mempengaruhi anggaran perusahaan
a.    Faktor Intern yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat didalam perusahaan sendiri. Contoh :karyawan, modal, sumber daya, upah karyawan, penjualan tahun lalu, kapasitas produksi, dll

b.     Faktor Ekstern yaitu data, informasi dan pengalaman yangterdapat diluar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap kehidupan perusahaan. Contoh :  persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan masyarakat, agama, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat, perekonomian national maupun internasional, kemajuan teknologi dan berbagai kebijakan pemerintah.

Keanggotaan dari komisi anggaran
1.    Anggota Direksi
2.    Manajer Pemasaran
3.    Manajer Produksi
4.    Manajer Keuangan
5.    Manajer bagian umum, administrasi dan personalia

Fungsi Pokok anggota Komisi
1.    Menentukan kebijakan umum
2.    Meminta, menerima dan menelaah taksiran anggaran
3.    Menyarankan revisi bila perlu
4.    Menyetujui anggaran

Hubungan budgeting dan accounting
1.       Akuntansi menyediakan data histories
2.       Komponen budgeting dinyatakan secara financial dalam format accounting
3.    Akuntansi menyediakan data actual sebagai bahan evaluasi.



Senin, 05 November 2012

5 Hal yang Pria Harapkan Bisa Dimengerti Wanita

Isi pikiran pria tidak bisa ditebak, kecuali jika Anda punya kemampuan membaca pikiran atau telepati. Tapi ada beberapa hal yang mau mereka bagi untuk diketahui wanita. Situs Shape.com telah menanyakan kepada sejumlah pria dengan rentang usia antara 19-56 tahun mengenai apa yang mereka harap wanita ketahui tentang mereka. Apa saja? Ini jawabannya, seperti dikutip dari eHarmony.

1. Pria Perlu Waktu 'Me Time' Lebih Lama
Momen 'me time' antara pria dan wanita bisa berbeda. Pria biasanya memerlukan waktu untuk sendiri yang lebih lama ketimbang wanita, karena bagi mereka waktu berjalan sangat cepat. Jadi ketika kekasih atau calon pacar tidak balik menelepon/membalas SMS dari Anda, atau sudah dua minggu sejak dia menghubungi Anda, bukan berarti dia tak peduli dan tertarik lagi. Bisa jadi karena dia hanya ingin menikmati 'me time' sendirian atau bersama teman-temannya.

2. Kekuatan Wanita Lebih Besar dari yang Anda Kira
Pengakuan dari seorang editor in chief sebuah majalah gaya hidup pria, seperti dikutip dari Shape, wanita punya daya magis yang kuat dan lebih besar dari yang mereka tahu. "Sesaat Anda (merujuk pada wanita) melirik ke arah kami (para pria), mata kami terpana dan jantung berdegup menembus dada, berarti Anda sudah 'mendapatkan' kami dan tidak ada yang bisa kami lakukan untuk itu!"

3. Pria Senang Menemani Pacarnya Belanja (Kadang-kadang)
Sering melihat seorang pria duduk bosan di mal sementara kekasihnya asyik memilah belanjaan? Sebenarnya pria tidak masalah jika harus menemani kekasihnya berbelanja, bahkan dia suka menghabiskan waktu dengan belanja bersama Anda. Tapi, selama dia boleh memilihkan satu atau dua baju saja untuk Anda. Perlu diingat, suka bukan berarti dia selalu bersedia ikut Anda belanja, jadi batasi frekuensinya agar tidak terlalu sering.

4. Pria Juga Mengkhawatirkan Bentuk Tubuh
Wanita digambarkan sebagai sosok yang sangat peduli penampilan dibandingkan pria. Jangan salah, meskipun dari luar terlihat cuek, Kaum Adam pun mengkhawatirkan bentuk tubuh mereka. Banyak pria yang sangat memerhatikan pola makan, menjalani diet dan olahraga keras di gym demi mendapatkan bentuk tubuh idaman. Jadi, berhati-hatilah jika Anda ingin mengomentari bentuk atau berat badannya karena ini hal yang cukup sensitif.

5. Wanita Tidak Perlu Berusaha Keras untuk Jadi Cantik
Pria akan menghargai wanita yang rela dandan berjam-jam demi terlihat menarik di depan pria. Tapi sebenarnya bukan itu yang diinginkan pria. Mereka lebih suka melihat wanita yang cantik alami daripada bermake-up tebal dan rambut yang diblow-dry berlebihan. Kunci utamanya, fokuskan pada perawatan tubuh dan wajah, bukan 'berinvestasi' dengan berpuluh-puluh produk make-up.

EKUITAS PEMILIK MODAL DAN LABA YANG DITAHAN

-->
EKUITAS PEMILIK MODAL
DAN
LABA YANG DITAHAN





PENYUSUN :
MIAWATI KHOTIMAH
1011110005


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TUNAS NUSANTARA

KATA PENGANTAR


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Alla SWT karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Ekuitas Pemilik Modal dan Laba yang Ditahan”. Makalah yang saya susun ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Ekuntansi Keuangan 2.

Harapan saya, semoga makalah ini dapat melengkapi nilai tugas saya dalam meta kuliah tersebut dan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang membantu saya dalam proses pembuatan makalah ini sampai akhirnya dapat saya selesaikan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jakarta, Mei 2012





                                                                                                                                        Penulis





i


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR …..................................................................................... i
DAFTAR ISI …................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar belakang …....................................................................................... 1
  2. Tujuan ….................................................................................................... 1
  3. Rumusan masalah …................................................................................... 2
BAB II
  1. Landasan teori …....................................................................................... 3
BAB III PEMBAHASAN
  1. Sifat dan penggolongan modal saham ….................................................. 5
  2. Penerbitan dan konversi saham konversi saham ...................................... 8
  3. Pembelian kembali saham yang beredar .................................................. 9
  4. Hak, waran, dan opsi atas saham …............................................. ….... 10
  5. Pemecahan saham dan kebalikan pemecahan saham ........................... 12
  6. Akuntansi untuk dividen dan faktor-faktor yang
    mempengaruhi laba ditahan …................................................................12
BAB IV PENUTUP
  1. Kesimpulan …....................................................................................... .16
  2. Saran …................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA



ii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Laju kehidupan masyarakat Indonesia yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perusahaan merupakan suatu organisasi atau lembaga yang didirikan untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam pelaksanaannya setiap perusahaan pastinya ingin mendapatkan laba yang besar tiap bulan, tahun, atau periode tertentu. Dan tentunya dibutuhkan beberapa pengetahuan tentang modal saham, penerbitan saham, dan lain sebagainya agar perusahaan tidak mengalami kerugian, maka dari itu dalam makalah ini akan dijelaskan tentang hal-hal tersebut.

  1. TUJUAN
    Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efesiensi dan kepengurusan manajemen. Tujuan yang lain adalah menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya, serta merupakan tanggung jawab yuridis pemilik. Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang harus disampaikan berkaitan tentang ekuitas pemegang saham tersebut minimal
    adalah sumber ekuitas, pembatasan pembagian dividen dan likuidasi, batas perlindungan dan urutan penyerapan rugi.
  2. RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimanakah besardividen yang di dapat dari saham biasa dan saham preferen di dalam dunia bisnis?
  2. Bagaimanakah perlakuan akuntansi terhadap pembelian kembali saham yang telah beredar?

BAB II

  1. LANDASAN TEORI
        Karena artikulasi harus dipertahankan, ekuitas tidak didefinisi secara semantik tetapi secara sintaktik. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Godfrey, Hodgson, dan Holmes (1997) membedakan ekuitas dan kewajiban atas dasar tiga kriteria, yaitu hak- hak masing-masing pihak atas penyelesain klaim, hak penggunaan aset dalam operasi, serta substansi ekonomik perjanjian.
            Atas dasar konsep kesatuan usaha, kreditor dan pemegang saham sama-sama mempunyai klaim atau hak untuk dilunasi atas dana yang ditanamkan di perusahaan. Tetapi terdapat dua kharakteristik yang melekat pada hak kreditor, yaitu (a) penyelesaian klaim mereka pada tanggal tertentu melalui transfer aset, dan (b) prioritas diatas pemilik dalam penyelesaian klaim mereka dalam hal likuidasi. Hak kreditor dan pemegang saham juga berbeda dalam hal penggunaan aset.
            Ekuitas pemegang saham diklasifikasikan menjadi dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan. Modal setoran dipecah menjadi modal saham sebagai modal yuridis dan modal setoran tambahan,
dan komponen lain yang merefleksi transasksi pemilik. komponen lain-lain terdiri atas pos-pos yang tidak tepat dimasukkan dalam komponen modal setoran lainnya atau laba ditahan tetapi sering diklasifikasikan sebagai pos ekuitas pemegang saham.

BAB III
PEMBAHASAN

  1. SIFAT DAN PENGGOLONGAN MODAL SAHAM
    Modal saham digolongkan menjadi :
        1. Saham Biasa (Common Stock)
          Saham biasa adalah saham yang pelunasannya dilakukan dalam urutan yang paling akhir dalam hal perusahaan dilikuidasi, sehingga risikonya adalah yang paling besar. Karena risikonya besar, biasanya jika usaha perusahaan berjalan dengan baik maka dividen saham biasa akan lebih besar daripada saham prioritas. Dibandingkan dengan saham prioritas, saham biasa tidak mempunyai preferensi, karena saham prioritas juga memiliki hak yang sama dengan saham biasa. Kadang-kadang hak suara dalam rapat pemegang saham hanya diberikan pada saham biasa, tetapi sering juga saham prioritas mempunyai hak suara. Jika saham perusahaan yang dikeluarkan cuma satu macam maka saham itu selalu saham biasa.
        2. Sertifikat Saham
          Sertifikat saham ini dikeluarkan oleh PT. Danareksa, yaitu
suatu PT yang didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membeli saham perusahaan-perusahaan yang “go public” melalui pasar modal dan menjualnya kembali kepada masyarakat umum dalam bentuk sertifikat saham. Karena sahamnya dimiliki oleh PT. Danareksa, maka hak suara atas saham tersebut juga berada pada PT. Danareksa. Pemilik sertifikat saham tidak memiliki hak suara dalam PT.
        1. Saham Prioritas
          Saham prioritas merupakan saham yang mempunyai beberapa kelebihan, biasanya kelebihan ini dihubungkan dengan pembagian dividen atau pembagian aktiva pada saat likuidasi. Kelebihan dalam hal pembagian dividen adalah bahwa dividen yang dibagi pertama kali harus dibagikan untuk saham prioritas, kalau ada kelebihan, baru dibagikan kepada pemegang saham biasa.Dividen saham prioritas tidak terutang atas dasar waktu, tetapi baru terutang jika sudah diumumkan oleh perusahaan.
          Ada beberapa kelebihan yang dimiliki saham prioritas, yaitu :
  1. Saham Prioritas Kumulatif dan Tidak Kumulatif
            Saham prioritas kumulatif adalah saham prioritas yang dividennya setiap tahun harus dibayarkan kepada pemegang
saham. Apabila dalam suatu tahun dividen tidak dapat dibayarkan, maka pada tahun-tahun berikutnya dividen yang belum dibayar tadi harus dilunasi dulu sehingga dapat mengadakan pembagian dividen untuk saham biasa.
  1. Saham Prioritas Partisipasi dan Tidak Berpartisipasi
          Yang dimaksud dengan partisipasi penuh adalah jika saham prioritas berhak atas dividen dengan jumlah yang sama besar dengan saham biasa sesudah saham biasa mendapat dividen sebesar persentase dividen saham prioritas.
          Sedangkan partisipasi sebagian berarti saham prioritas akan mendapat dividen sampai jumlah tertentu yang ditetapkan sesudah saham biasa mendapat dividen dengan tarif yang sama dengan saham prioritas.
  1. Saham Prioritas atas Aktiva dan Dividen pada Saat Likuidasi
          Saham dengan preferensi seperti ini pada saat likuidasi akan tetap menerima dividen yang belum dibayar, walaupun saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi. Sesudah pelunasan dividennya, saham prioritas ini dilunasi. Jika
saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi maka pelunasan dividen dan nominal saham prioritas dilakukan dari modal yang disetor dari saham biasa.
  1. Saham Prioritas yang Dapat Ditukar dengan Saham Biasa
            Kadang-kadang saham prioritas mempunyai preferensi dapat ditukar dengan saham biasa. Pemegang saham prioritas jenis ini akan menukarkan sahamnya dengan saham biasa dalam keadaan dividen yang dibagi untuk saham biasa tiap tahunnya lebih besar daripada dividen untuk saham prioritas.
  1. PENERBITAN DAN KONVERSI SAHAM
        Konversi Saham
        Para pemegang saham, sesuai dengan syarat-syarat perjanjian saham atau kebijakan khusus yang diambil oleh perusahaan, mungkin diizinkan untuk menukarkan sahamnya dengan saham lain dari kelas lain. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang diakui dalam konversi ini karena konversi merupakan suatu pertukaran satu ekuitas dengan ekuitas lain. Dalam hal tertentu penukaran itu mungkin hanya mempengaruhi perkiraan modal setoran perusahaan dalam hal lain, penukaran itu mungkin hanya
mempengaruhi perkiraan modal setoran perusahaan, dalam hal lain, penukaran itu mungkin mempengaruhi baik perkiraan modal maupun perkiraan laba yang ditahan.

  1. PEMBELIAN KEMBALI SAHAM YANG BEREDAR
        Karena berbagai alasan, perusahaan mungkin saja lebih baik untuk membeli kembali sejumlah saham sendiri yang sedang beredar. Beberapa alasan pembelian kembali saham yang beredar, yaitu:
        1. Memperbesar laba per saham dengan mengurangi jumlah saham yang beredar.
        2. Mendorong naiknya harga pasar saham.
        3. Menaikkan saham untuk dikonversi dengan sekuritas lain.
        4. Menginvestasikan kelebihan kas secara temporer.
Apa pun alasannya, saham suatu perusahaan dapat dibeli kembali dengan menggunakan ketentuan penarikan atau penebusan, engan membeli kembali saham di pasar bebas, atau melalui hibah atau sambungan dari para pemegang saham. Dalam akuntansi untuk pembelian kembali saham, haruslah ditekankan bahwa pembelian kembali tidak menimbulkan laba maupun rugi.
  1. HAK, WARAN, DAN OPSI ATAS SAHAM
    Hak beli saham
        Hak beli saham adalah hak yang diberikan bagi pemegang saham lama untuk membeli sejumlah saham. Harga pasarhak beli ini adalah sebesar selisih harga pasar saham dengan harga yang harus dibayar pemegang saham yang mempunyai hak beli saham. Hal
        yang menjadi permasahan adalah perlukah jumlah rupiah ini dikapitalisasi.
        Bila dividen saham dapat dikapitalisasi maka hak beli saham juga dapat dikapitalisasi, karena hak beli saham dapat dianggap sebagai dividen saham dengan nilai sebesar harga pasar hak beli saham. Jumlah ini dikapitalisasi ke modal setoran lain. Namun argument ini dibantah dengan alasan bahwa kapitalisasi hak beli saham menjadi modal setoran adalah tidak logis karena tidak ada sumber ekonomik yang disetorkan oleh pemegang saham dan tidak ada saham baru yang diterbitkan.
        Opsi saham
        Opsi merupakan instrumen yang dapat digolongkan sebagai sekuritas turunan-saham berupa hak untuk membeli atau menjual sejumlah saham. Opsi diterbitkan atau ditulis oleh investor dan dijual kepada investor lain. Terdapat dua macam opsi yaitu call
dan put. Opsi call adalah opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi untuk membeli saham dengan harga tertentu selama perioda tertentu. Orang membeli bila mengharapkan harga saham menaik. Sedangkan opsi put adalah opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi untuk menjual saham dengan harga tertentu selama perioda tertentu. Orang membeli opsi bila
        mengharapkan harga saham menurun
        Warran
Dalam PSAK No. 41, IAI mendefinisi warran sebagai efek yang diterbitkan oleh suatu perushaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu. Pemegang warran dapat membeli sejumlah saham dengan mengambalikan warran tersebut dan membayar sejumah kas tertentu. Terdapat beberapa kharakteritik dari warran, yaitu (1) berbeda dengan hak beli saham atau opsi, (2) terdapat beberapa jenis: lepas, lekat, dan bebas, (3) perlakuan akuntansi berbeda untuk tiap jenis, dan (4) isu akuntansi: Bila opsi diambil, apakah harga opsi dipisahkan dengan harga sekuritas terkait.
  1. PEMECAHAN SAHAM DAN KEBALIKAN
        PEMECAHAN SAHAM
  1. Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai nominal yang lebih kecil. Dengan demikian jumlah lembar saham yang beredar akan meningkat proporsional dengan penurunan nilai nominal saham. Tujuan stock split adalah untuk menempatkan harga pasar saham dalam trading range tertentu.
  2. Lawan dari stock split adalah reverse splits. Dalam reverse splits ini perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya. Tujuan dari dilakukannya reverse splits adalah untuk menaikan harga pasar saham dalam keadaan dimana harga pasar sahamnya dianggap terlalu rendah.
  1. AKUNTANSI UNTUK DIVIDEN DAN FAKTOR-
        FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LABA DITAHAN
        Wewenang untuk mengendalikan kebijakan dividen merupakan salah satu dari berbagai wewenang yang didelegasikan para pemegang saham kepada dewan direksi.
        1. Pengakuan dan Pembayaran Dividen
          Ada 3 tanggal penting dalam pengakuan dan pembayaran
dividen, yaitu : (1) tanggal pengumuman, (2) tanggal pencatatan, (3) tanggal pembayaran. Dividen menjadi terhutang keada pemegang saham yang tercatat setelah tanggal pengumuman dan sebelum tanggal pembayaran. Kewajiban untuk pembayaran dividen dicatat pada tanggal pengumuman dan ditunaikan pada tanggal pembayaran. Tidak diperlukan ayat jurnal pada tanggal pencatatan,
          tetapi daftar pemegang saham dibuat secara resmi. Penerima dividen pada tanggal 2 Juni kepada para pemegang saham yang tercatat tanggal 2 Mei.
        1. Dividen Kas
          Dividen yang paling lazim adalah dividen kas. Bagi suatu perusahaan, dividen ini menyebabkan penurunan laba yang dibagi dan kas. Kewajiban lancar untuk hutang dividen diakui pada tanggal pengumuman dividen dikirimkan kepada para pemegang saham. Ayat jurnal untuk mencatat pengumuman dan pembayaran dividen adalah sebagai berikut :
          Laba yang ditahan …................................ 100.0000
Hutang dividen ….......................... 100.000
Hutang dividen …..................................... 100.000
                Kas …........................................... 100.000
        1. Dividen Harta
          Pembagian kepada para pemegang saham yang dapat dibayar dengan aktiva selain kas biasanya disebut sebagai dividen harta. Sering kali kativa yang akan didistribusikan adalah sekuritas perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan memindahkan hak pemilikannya dalam sekuritas itu kepada para pemegang saham. Dividen harta biasanya hanya terjadi dalam perseroan yang bersifat tertutup.
          Untuk menggambarkan ayat jurnal atas dividen harta, misalkan bahwaBayu Corporation memiliki 100.000 saham dari Tri- Zamrud Oil Co., harga perolehan $ 2.000.000, nilai pasar wajarnya $ 3.000.000, dan perusahaan ingin mendistribusikan saham itu kepada para pemegang sahamnya. Ada 1.000.000 lembar saham Bayu Corporation yang beredar. Karena itu, dividen sebesar 1/10 dari saham Tri-Zamrud Oil Co., diumumkan untuk setiap lembar saham Bayu Corporation yang beredar. Ayat jurnal untuk mencatat pengumuman pembayaran
dividen itu adalah :
          Laba yang ditahan …..................................... 3.000.000
              Hutang dividen harta …....................….......... 3.000.000
Hutang dividen …......................................... 3.000.000
Investasi dalam saham Tri-Zamrud Oil …..... 2.000.000
Keuntungan dari distribusi dividen harta …...1.000.000
  1. Dividen Saham
          Akuntansi untuk dividen sahamoleh penerbit. Dividen saham biasanya mencakup
  1. Kapitalisasi laba yang ditahan
  2. Pembagian saham biasa kepada pemegang saham biasa.
          Pembagian ini kadang kala disebut sebagai “dividen-saham yang lazim. Ada kalanya saham biasa diterbitkan untuk pemegang saham preferen atau saham preferen diterbitkan untuk pemegang saham biasa. Pembagian ini kadang-kadang disebut sebagai “dividen-saham khusus”.

BAB IV
PENUTUPAN
  1. KESIMPULAN
Jadi, akan lebih menguntungkan bila kita memiliki saham biasa karena laba yang diperoleh lebih besar. Dan perlakuan akuntansi terhadap pembelian kembali saham yang beredar sama sekali tidak mempengaruhi karena atas kegiatan tersebut tidak menimbulkan laba ataupun rugi.
  1. SARAN
    Apabila perusahaan terlihat tidak bagus, sebaiknya saham biasa dijual dan membeli saham preferen karena saham biasa memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan saham preferen.

DAFTAR PUSTAKA

Boockholdt, J.L. Accounting Information Systems. Transaction Processing and Controls. Boston : Irwin McGraw-Hill, 1999.
Charsteen, Lanny G., R.E Flaherty, M.C. O'Connor. Intermediate Accounting. 4th Edition. New York : McGraw-Hill, 1992.
FASB. Accounting Standards. Original Pronouncements. As of June 1985. New York: McGraw-Hill, 1985.
Accounting Standards, Current Text. As of June 1983. New York:
McGraw-Hill, 1983.
Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan per 1 April 2002. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 2002.
Kieso, Donald E. dan Jerry J. Weygandt. Intermediate Accounting. 8th Edition. New York: John Wiley & Sons, 1995.
Nikolai, Loren A. dan John D. Bazley. Intermediate Accounting. 7th Edition. Cincinnati, Ohio: South-Western College Publishing Co., 1997.
Scott, William R. Financial Accounting Theory. 2Sd Edition. Scarborough, Ontario: Prentice Hall Canada Inc., 2000
Skousen, Fred K., W. Steve Albrecht, James D. Stice. Accounting, Concepts and Applications. Cincinnati, Ohio: South-Western College Publishing, 1996.
Wolk, Harry I., M.G Tearney, dan J.L Dodd. Accounting Theory, A Conceptual and Institutional Approach. 5th Edition. New York: South-Western College Publishing, 2001.
Zeff, Stephen A. dan Bala G. Dharan. Reading and Notes on Financial Accounting. Issues and Controversies. 4th Edition. New York: McGraw-Hill, 1983.

Romantis Versi Pria

Seperti halnya wanita, pria juga menyukai hal-hal romantis. Hanya saja, pria umumnya tidak terlalu 'pintar' mengutarakan atau mengekspresikan maksudnya dibandingkan wanita. Hal-hal yang dianggap romantis oleh wanita pun bisa berbeda pada pria. Ini dia berbagai hal yang dianggap romantis dan tidak oleh pria, seperti dilansir Third Age.

1. Surat Cinta vs Pesan Teks Romantis
Mengirimkan surat cinta dianggap sudah ketinggalan zaman dan cara yang paling 'pasaran' untuk mengungkapkan cinta bagi pria. Penyebabnya, tidak semua pria dapat menulis surat cinta. Jika seorang pria mengirimi pesan singkat dan mengatakan bahwa ia sedang memikirkan Anda, maka saat itulah ia sedang berusaha mengekspresikan perasaannya kepada Anda.

2. Piknik vs Memasak Bersama
Pergi ke suatu taman, menggelar karpet atau tikar dan makan bersama dengan bekal yang telah dibawa; sepertinya hampir semua pasangan melakukan hal itu. Sementara berkencan di rumah dan masak bersama menjadi sesuatu yang dianggap romantis oleh pria. Kedekatan jadi lebih intens dan pria akan merasa lebih banyak waktu untuk berbincang-bincang serta mengetahui banyak hal tentang Anda.

3. Mencium Wangi Parfum vs Wangi Rambut
Tidak ada salahnya menggunakan parfum yang memiliki berbagai aroma, tetapi pria akan lebih suka mencium wangi rambut Anda yang terlihat bersih dan tertata. Pilihlah wangi shampo yang sesuai karakter Anda.

4. Menyenangkan Dia dengan Nonton Pertandingan Olahraga vs Asyik Sibuk Sendiri Selama Dia Nonton
Jika pada dasarnya Anda adalah pecinta olah raga, Anda bisa duduk bersamanya menonton pertandingan. Tetapi, jika Anda melakukannya semata-mata hanya untuknya, lebih baik jangan. Pria sangat mengerti bahwa Anda adalah wanita yang tidak terlalu menyukai olah raga. Jangan memaksakan diri. Justru itu yang dia suka.

5. Bunga di Hari Valentine vs Bunga di Hari Apapun
Bagi sebagian pria, memberikan bunga saat anniversary atau valentine adalah hal yang berlebihan. Apalagi jika hubungan Anda dengan pasangan sudah terjalin cukup lama. Pria akan lebih menyukai memberikan sesuatu di hari-hari yang tidak direncanakan. Hal tersebut bisa saja malah membuat Anda terkejut, bukan?

6. Membahas Masa Depan vs Membahas Rencana Liburan Bersama
Banyak pria yang belum siap untuk diajak berdiskusi seputar masa depan, apalagi rencana memiliki rumah dan anak. Mereka lebih menyukai berdiskusi tentang rencana perjalanan ke suatu tempat. Hal-hal yang membuat relaks lebih disukai pria ketimbang bergelut dengan topik yang memberatkan.

7. Double Date vs Pergi ke Pesta Bersama
Pergi keluar bersama pasangan lain atau double date bagi sebagian pria adalah hal yang aneh. Sementara itu, pergi ke pesta bersama-sama jauh lebih menyenangkan, karena akan membuat Anda dan si dia terlihat romantis saat berdampingan di keramaian.

Selasa, 09 Oktober 2012

Pertemuan Ke- 12 --> Anggaran Piutang


ANGGARAN PIUTANG


Piutang adalah salah satu bentuk investasi. Sebagai salah satu bentuk invesatsi maka piutang :

  • Menyerap sejumlah dana modal kerja
  • Mempunyai usia tertentu sesuai dengan waktu keterikatannya
  • Mempengaruhi tingkat risiko perusahaan secara keseluruhan
  • Perlu dimonitor tingkat efisiensinya
Anggaran piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang

Manfaat anggaran piutang bagi perusahaan sebagai berikut:
  • Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet penjualan, sehingga keuntungan juga dapat ditingkatkan
  • Pada jenis usaha tertentu, kredit jangka panjang dapat menciptakan keuntungan tambahan tertentu bagi perusahaan
  • Dapat mempererat hubungan dagang antara perusahaan dengan relasinya

Dengan anggaran piutang dapat ditunjukkan hal-hal berikut ini :
  • Menunjukkan besarnya putang yang terjadi dari waktu ke waktu
  • Menunjukkan jumlah piutang yang tertagih dari waktu ke waktu
  • Menunjukkan sisa piutang yang belum tertagih ari waktu ke waktu selama periode yang akan datang
6 faktor yang perlu dipertimbangkan menyusun anggaran piutang :
  1. Anggaran penjualan
  2. Keadaan persaingan di pasar
  3. Posisi perusahaan dalam persaingan
  4. Syarat pembayaran yang ditawarkan perusahaan
  5. Kebijakan perusahaan dalam penagihan piutang
  6. Rencana perusahaan untuk melakukan penjualan secara kredit aktiva-aktiva lain, selain barang hasil produksinya.

Pengaruh penjualan kredit terhadap arus kas yaitu :
  1. Jangka waktu kredit itu diberikan
  2. Kerajinan dari petugas penagih hutang
  3. Mutu dari para debitur yang diperdaya membeli barang dagang kredit situasi usaha pada umumnya

Beberapa manfaat yang diperoleh dengan adanya penjualan kredit antara lain :

  • Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet penjualan.
  • Pembeli yang tidak memiliki likuiditas tinggi mungkin sekali akan terdorong untuk melakukan pembelian, dengan demikian kebijaksanaan kredit dapat meningkatkan daya saing perusahaan.
  • Dengan meningkatnya volume penjualan maka keuntunganpun diharapkan akan meningkat. Dengan demikian kredit akan mempunyai akibat yang positif dari segi penilaian investasi secara keseluruhan.
  • Dengan adanya hubungan hutang piutang maka hubungan dagang antara perusahaan dengan para pembelinya menjadi lebih erat, sehingga kredit menjamin kontinyuitas hubungan.
  • Pada jenis usaha tertentu (produsen rumah murah, perdagangan kendaraan bermotor) dimana hubungan kredit berjangka lama, maka kredit menciptakan keuntungan tambahan bagi penjual.

Berbagai jenis beban dan biaya yang timbul karena perusahaan menjual secara kredit antara lain berupa :
  • Beban biaya modal
    Piutang sebagai salah satu bentuk investasi akan meyerap modal yang tersedia. Maka dengan adanya piutang, modal yang tersedia untuk investasi lain akan berkurang. Dengan adanya piutang dagang kebutuhan modal kerja akan meningkat.
  • Biaya administrasi piutang
    Biaya ini terdiri dari : biaya organisasi (unit kerja) yang menangani/mengelola piutang serta biaya penagihan
  • Piutang mungkin tidak seluruhnya dapat ditagih, sehingga timbul piutang macet atau tak tertagih
  • Piutang dapat memberikan tambahan keuntungan, namun dapat juga mengakibatkan timbulnya keugian, maka perlu dibuat suatu kebijaksanaan yang jelas untuk mengatur masalah tersebut. Berbagai langkah yang perlu dipersiapkan antara lain :
  1. Dibentuknya unit kerja yang khusus mengurusi piutang
    o Mencari langganan potensial
    o Menyeleksi calon debitur
    o Membukukan transaksi
    o Melakukan penagihan piutang
  2. Digariskannya kebijakan piutang yang jelas sebagai pedoman unit kerja
    o Penentuan Plafon kredit
    o Penentuan jangka waktu kredit
    o Pedoman seleksi calon debitur
    o Penentuan jumlah piutang
  3. Penentuan criteria untuk mengukur efisiensi pengelolaan piutang, dengan indicator :
    o Tingkat perputaran piutang
    o Persentase piutang tak tertagih yang sebenarnya (perlu dibandingkan dengan rata-rata piutang tak tertagih untuk industri sejenis)
    o Usia piutang rata-rata (dapat dikelompokkan berapa % piutang yang masih berada
    dalam batas waktu piutang yang seharusnya, bulan terlambat dsb)
    o Biaya pengelolaan setiap Rp 1.000.000 piutang


PENGERTIAN DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENYUSUNAN ANGGARAN PIUTANG
Yang dimaksud dengan budget atau anggaran piutang adalah budget atau anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan beserta perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang. Sehingga budget piutang menunjukkan besarnya piutang dari waktu ke waktu karena perusahaan mengadakan transaksi-transaksi penjualan kredit, mennjukkan sisa piutang yang belum tertagih.
Anggaran piutang scara khusus berguna sebagai dasar untuk menyusun Anggaran Kas, karena penagihan piutang tersebut merupakan pemasukan kas.

Penjualan kredit neto

Tingkat perputaran piutang =

Piutang rata-rata

Piutang rata-rata = (piutang awal + piutang akhir) :2

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan Anggaran Piutang, antara lain :
  1. Anggaran Penjualan
    Khususnya rencana tentang jenis dan jumlah barang yang akan dijual
  2. Keadaan persaingan di pasar
    Persaingan yang lebih keras akan memaksa perusahaan untuk lebih banyak melakukan transaksi penjualan secara kredit, sehingga memperbesar piutang.
  3. Posisi perusahaan dalam persaingan
    Jika posisi perusahaan cukup kuat, maka perusahaan dapat memaksakan penjualan secara tunai, sehingga memperkecil penjualan kredit.
  4. Syarat pembayaran yang ditawarkan.
    Jika potongan penjualan yang ditawarkan cukup menarik, maka akan mendorong pembeli untuk melakukan pembelian secara tunai.
  5. Kebijakan perusahaan dalam penagihan piutang
    Penagihan piutang yang lebih aktif akan mempercepat pemasukan piutang.

Pertemuan ke-10 --> Anggaran Variabel

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Anggaran Variabel

        Dari buku dan sumber belajar terdapat banyak pengertian atau definisi dari anggaran variabel. Menurut buku Manajemen Biaya karangan Hansen dan Mowen, anggaran variabel didefinisikan sebagai biaya yang secara jumlah bervariasi berbanding langsung terhadap perubahan pada pendorong kegiatan. Menurut buku Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro karangan Gilarso mengatakan bahwa biaya variabel ialah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya jumlah produksi. Dalam buku Anggaran Bisnis karangan Drs. Gunawan Adisaputro, M.B.A. dan Yunita Anggarini, S.E., M.Si., anggaran variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah secara proporsional dengan perubahan volume kegiatan. Sehingga secara total biaya ini berubah-ubah, tetapi secara rata-rata per unit output tidak berubah. Biaya bahan mentah langsung merupakan salah satu contoh biaya yang termasuk kategori ini.

        Dalam perhitungan di dalam anggaran yang ada dalam sebuah perusahaan sering didasarkan pada tingkat kapasitas tertentu. Apabila terdapat perubahan dari kapasitas yang direncanakan, maka terdapat kesulitan untuk dapat mengetahui sejauh mana akibat perubahan tersebut terhadap pendapatan dan biaya yang ada di dalam perusahaan yang bersangkutan. Karena itu manajemen perusahaan sebaiknya telah mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadapi terjadinya perubahan tersebut.

        Untuk persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya perubahan yang ada di dalam perusahaan tersebut, manajemen perusahaan dapat menyusun anggaran dalam bentuk yang berbeda dengan anggaran yang bersifat tetap. Anggaran ini biasa disebut dengan Anggaran Variabel. Disebut anggaran variabel karena anggaran ini disusun di dalam beberapa tingkat kapasitas yang tidak tetap melainkan bersifat variabel. Dengan disusunnya anggaran variabel, maka manajemen perusahaan akan dapat lebih mengetahui berapa besarnya perubahan pendapatan dan perubahan biaya yang akan terjadi seandainya terjadi perubahan kapasitas yang dipergunakan di dalam perusahaan.

        Sedangkan anggaran tetap (fixed budget) merupakan anggaran yang disusun atas dasar satu titik tingkat kapasitas tertentu, maka anggaran variabel ini merupakan anggaran yang disusun atas dasar suatu interval kapasitas yang ada di dalam perusahaan.

        Dari semua pengertian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa anggaran variabel adalah anggaran yang dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan kapasitas produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Semakin banyak produk atau output yang dihasilakn perusahaan maka semakin besar pula anggaran atau biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan. Hal ini dikarenakan ada penambahan biaya untuk membeli bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan dalam proses produksi perusahaan tersebut.


Tujuan Anggaran Variabel
        Tujuan pendekatan anggaran variabel yang utama  adalah untuk menunjukkan bagaimana dan sampai sejauh mana biaya dipengaruhi oleh volume output. Hubungan antara faktor biaya dan output tersebut ditunjukkan dalam anggaran variabel ini.      

        Dengan demikian, anggaran variabel menjadi rumus atau petunjuk atau petunjuk yang mempedomani bagaimana setiap elemen biaya akan berubah sehubungan dengan adanya perubahan dalam volume, output atau tingkat kegiatan perusahaan. Hubungan tersebut ditunjukkan dalam suatu relevant range, yakni suatu interval batas berlakunya anggaran variabel yang disusun. Ditetapkannya interval tersebut mengingatkan bahwa biaya-biaya tetap dalam jangka panjang bisa berubah.


Manfaat Anggaran Variabel
        Penggunaan anggaran variabel dalam perusahaaan akan mempunyai beberapa kegunaan tertentu bagi perusahaan yang bersangkutan. Beberapa manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:
  1. Manajemen perusahaan akan memperoleh gambaran yang lebih jelas apabila terdapat perubahan tingkat kegiatan yang dilaksanakan di dalam perusahaan. Meskipun tingkat kegiatan yang akan dilakukan dalam perusahaan ini telah direncanakan dengan baik, namun kemungkinan terdapatnya perubahan pelaksanaan dari tingkat.kegiatan ini tetap ada. Dengan penyusunan anggaran tetap, akan sulit diketahui bagaimanakah dampak perubahan tingkat kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut khususnya terhadap pendapatan, biaya dan keuntungan perusahaan tersebut.
  2. Penyusunan anggaran perusahaan, khususnya yang menyangkut biaya tidak langsung akan lebih mudah dilakukan. Sebagaimana diketahui di dalam biaya tidak langsung ini pada umumnya akan terkandung biaya semi variabel. Dengan menunjuk kepada tingkat kapasitas tertentu jumlah biaya tidak langsung ini belum tentu segera dapat diketahui besarnya. Atas bantuan anggaran variabel, berapapun kapasitas yang akan dipergunakan sejauh masih berada di dalam kisar relevan akan segera dapat ditentukan besarnya.
  3. Pengawasan penggunaan dana akan menjadi lebih mudah apabila perusahaan mempunyai anggaran variabel. Hal ini disebabkan oleh karena adanya anggaran variabel ini, manajemen perusahaan akan dapat mengetahui seberapa besarnya dana yang diperlukan untuk setiap tingkat kegiatan. Dengan demikian maka pengeluaran dana akan dapat dikelola dengan baik karena jumlah dana yang diperlukan untuk setiap kegiatan ini dapat diketahui dengan benar.
        Secara umum dapat dikatakan bahwa penggunaan anggaran variabel di dalam     suatu perusahaan akan mempunyai manfaat yang besar khususnya di dalam perencanaan     dan pengendalian penggunaan dana didalam perusahaan.


Referensi:
  • Hansen & Mowen, (2000). Manajemen Biaya, Edisi pertama, Jakarta : Salemba Empat.
  • Nafarin, M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi ke-3. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
  • Ahyari, A. 1989. Anggaran Perusahaan: Pendekatan Kuantitatif. Buku 1. Yogyakarta: BPFE.
  • Sasongko, C. dan Parulian, S.R. 2010. Anggaran. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
  • Munandar, M. 2007. Budgeting: Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja. Edisi ke-2. Yogyakarta: BPFE. 
  • Adisaputro, G. 2007. Anggaran Perusahaan 2. Edisi ke-1. Yogyakarta : BPFE.
  • Supriyanto, Y. 1995. Anggaran Perusahaan. Edisi ke-1. Yogyakarta : bagian penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
  • Adisaputro, G. dan Marwan, asri. 1979. Anggaran Perusahaan: Prinsip Mekanisme dan Teknik Penyusunannya. Yogyakarta : bagian penerbitan Universitas Gadjah Mada.
  • Adisaputro, G. dan Yunita, A. 2007. Anggaran Bisnis Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian Laba. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.

Definisi Penganggaran

-->

Penganggaran : Definisi, Fungsi, Manfaat, dan Tipe-Tipe Anggaran

  1. Pengertian Anggaran Menurut Para Ahli :
  1. Glenn A Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut:
    "Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management".
    Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional didalam badan usaha.
  1. Menurut Gomes (1995, p.87-88), anggaran merupakan dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk mencapai tujuan tersebut.
  2. Menurut Mulyadi (2001, p.488), anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang menvakup jangka waktu satu tahun.
  3. Menurut Supriyono (1990, p.15), penganggaran merupakan perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang.
    Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang disusun berdasarkan rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam proses penyusunan program. Dimana anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun, yang nantinya akan membawa perusahaan kepada kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang ditentukan.

  1. Fungsi Anggaran :
    Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan.
  1. Fungi Perencanaan
    Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
    Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut:
    "Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".
    Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.
  2. Fungsi Pengawasan
    Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.
  3. Fungsi Koordinasi
    Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
    untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik.

  4. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja
    Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.
    Tujuan yang paling utama dari anggaran adalah untuk pengawasan luar, yaitu untuk membatasi sumber-sumber daya keseluruhan yang tersedia untuk suatu instansi dan untuk
    mencegah pengeluaran-pengeluaran bagi hal-hal atau aktivitas-aktivitas yang tidak dibenarkan oleh undang-undang.

  1. Manfaat Anggaran :
      Menurut Marconi dan Siegel (1983) dalam Hehanusa (2003, p.406-407) manfaat anggaran adalah :
  1. Anggaran merupakan hasil dari proses perencanaan, berarti anggaran mewakili kesepakatan negosiasi di antara partisipan yang dominan dalam suatu organisasi mengenai tujuan kegiatan di masa yang akan datang.
  2. Anggaran merupakan gambaran tentang prioritas alokasi sumber daya yang dimiliki karena dapat bertindak sebagai blue print aktivitas perusahaan.
  3. Anggaran merupakan alat komunikasi internal yang menghubungkan departemen (divisi) yang satu dengan departemen (divisi) lainnya dalam organisasi maupun dengan manajemen puncak.
  4. Anggaran menyediakan informasi tentang hasil kegiatan yang sesungguhnya dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.
  5. Anggaran sebagai alat pengendalian yang mengarah manajemen untuk menentukan bagian organisasi yang kuat dan lemah, hal ini akan dapat mengarahkan manajemen untuk menentukan tindakan koreksi yang harus diambil.
  6. Anggaran mempengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan untuk bekerja dengan konsisten, efektif dan efisien dalam kondisi kesesuaian tujuan antara tujuan perusahaan dengan tujuan karyawan.


  1. Tipe Anggaran :
  1. Ceiling Budget
    Tipe anggaran yang dipakai untuk tujuan-tujuan pengawasan dinamakan Ceiling Budget. Anggaran jenis ini mengawasi suatu instansi secara langsung dengan cara menentukan batas-batas pengeluaran melalui peraturan penggunaan/pemberian, atau secara tidak langsung dengan cara membatasi penghasilan instansi pada sumber yang diketahui dan jumlah yang terbatas.
  2. A Line-Item Budget
    Tipe ini menggolongkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan jenis, digunakan untuk mengawasi jenis-jenis pengeluaran dan juga jumlah totalnya
  3. Performance and Program Budgets
    Tipe ini berguna untuk menspesifikasi aktivitas-aktivitas atau program-program berdasarkan mana dana digunakan, dan dengan cara demikian membantu dalam evaluasinya. Dengan cara memisahkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan fungsi (seperti kesehatan atau keamanan public) atau berdasarkan jenis pengeluaran (seperti kepegawaian dan peralatan) atau berdasarkan sumber penghasilan seperti pajak kekayaan atau biaya-biaya pemakaian (user fees), para administrator dan para anggota legislatif bisa mendapatkan laporan-laporan yang tepat mengenai transaksi-transaksi keuangan, untuk mempertahankan baik efisiensi ke dalam maupun pengawasan dari luar.