Selasa, 04 Desember 2012

Perhitungan Anggaran Variabel

Contoh Kasus Penyusunan Anggaran Variabel
Hendra Poerwanto
www.hendrabudget.web.id
Terima kasih Anda telah bersedia mencantumkan alamat web ini sebagai link untuk sumber bacaan/ referensi


PT. KARS  sedang menyusun laporan laba rugi dan anggarab variabel untuk bulan Desember 20XX. Berikut ini adalah data yang tersedia dari PT. KARS:
  • Untuk membuat 1 unit produk diperlukan 2kg bahan mentah senilai Rp 500/kg
  • Setiap unit produk dikerjakan oleh tenaga kerja langsung selama 4 JKL (DLH) dengan tariff @Rp 150 per JKL
  • BOP bulanan dalam range 60.000 sampai dengan 80.000, adalah sebagai berikut:

  • Biaya pemasaran bulan November 20XX sebesar Rp 25.000.000,- dan pada bulan Desember diprediksi naik sebesar 20% nya.
  • Biaya Administarsi dan Umum pada bulan Desember diperkirakan manajemen perusahaan sebesar Rp 25.000.000 
  • Untuk kegiatan operasional, manajemen perusahaan meminjam uang dari bank dengan bunga sebesar Rp 2.500.000,- setiap bulan dalam jumlah tetap
  • Perusahaan ini termasuk badan usaha yang dikenai pajak penghasilan dengan rate 20%
    Dari data di atas, susun dan hitung lah:
  1. Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk Matematis
  2. Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk Formula
  3. Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk tabel pada tingkat kapasitas 65.000 unit dan 75.000 unit
  4. Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk Grafik
  5. HP produksi per unit jika rencana produksi bulan Desember 20XX sebanyak 65.000 unit
  6. Proyeksi laporan Laba/Rugi bulan Desember 20XX, jika produk yang laku terjual sebanyak 65.000 unit dengan harga jual per unit Rp 3.400

Jawab
Langkah 1.
Membuat fungsi matematis untuk item biaya non BOP dengan format Matematis sebagai berikut:   
Y = a + b X
dimana Y adalah jumlah biaya dan X adalah volume kegiatan

Jenis Biaya
    Bahan Baku         = VC/unit = SUR (2kg) @Rp 500,-/Kg = Rp 1.000,-
    TKL                     = VC/unit = SUR (4 JKL) @Rp 150,-/JKL = Rp 600,-
    BOP                    = VC/unit = Rp 150,- dan Fc = Rp 13.000.000,-
    Pemasaran          = FC = 120% x Rp 25.000.000,- = Rp 30.000.000,-
    Adm & Umum      = FC = Rp 25.000.000,-
    Operasi               = FC = Rp 25.000.000,-
    Total biaya           = VC/unit = Rp 950,- FC = Rp 93.000.000

Dengan melihat perilaku dan karakteristik tiap-tiap item biaya maka bisa dibuat persamaan matematisnya. Persamaan Matematis yang dibentuk adalah sebagai berikut :
Biaya Bahan Baku            Y1 = 0 + 1000 X
Biaya TKL                        Y2 = 0 + 600 X
BOP                                Y3 = 13.000.000 + 150 X
Pemasaran                       Y4 = 30.000.000 + 0 X
Admn dan Umum              Y5 = 25.000.000 + 0 X
Operasi                            Y6 = 25.000.000 + 0 X

Total Biaya                        Yt = 93.000.000 + 950 X

Selanjutnya dapat dihitung Total Biaya yang dianggarkan untuk seluruh item biaya pada Range X= 65.000 dan pada X = 75.000

Langkah 2.
Memisahkan komponen Biaya tetap dan biaya variabel pada BOP misalnya dengan metode titik tertinggi terendah:
a)    Biaya Bahan Penolong
Komponen Biaya Variabel

        VC/unit = Rp 1.000.000,- / 20.000 unit = Rp 50/unit
 
Komponen Biaya Tetap
FC per bulan:

        Persamaan ;
        Y Biaya Bahan Penolong    = 0 + 50X

b)    Biaya Listrik
Komponen Biaya Variabel

    VC/unit = Rp 1.500.000,-/20.000 unit = Rp 75/unit

Komponen Biaya tetap
    FC per bulan :
        Persamaan :
        Y Biaya Litrik = 1.500.000 + 75X

c)    Biaya Depresiasi
Komponen Biaya Variabel

    VC/unit = Rp 0,-/20.000 unit = Rp 0/unit
Komponen Biaya Tetap
    FC per bulan :

    Persamaan
    Y Biaya Depresiasi = 4.000.000 + 0X

d)    Biaya Gaji
Komponen Biaya Variabel

    VC/unit = Rp 0,- / 20.000 unit = Rp 0/unit

Komponen Biaya Tetap
    FC per bulan :

        Persamaan :
        Y Biaya Gaji : 6.200.000 + 0

e)    Biaya Asuransi
Komponen Biaya Variabel

    VC/unit = Rp 500.000,-/20.000 unit = Rp 25/unit
   
Komponen Biaya Tetap
    FC per bulan :

        Persamaan :
        Y Biaya Asuransi    = 0 + 50X
   
Dengan demikian Anggaran Variabel untuk BOP Bentuk Matematis adalah sbb:
    Persamaan matematis yang dibentuk untuk anggaran variabel BOP :
        Biaya Bahan Penolong    Y1 =    0 + 50 X
        Biaya Listrik                   Y2 = 1.500.000 + 75 X
        Biaya Depresiasi             Y3 = 4.000.000 + 0 X
        Biaya Gaji                       Y4 = 6.200.000 + 0 X
        Biaya Asuransi                Y5 = 1.300.000 + 25 X
    Total BOP Y = 13.000.000 + 150 X

1. Anggaran Variabel Bentuk Matematis
Biaya Bahan Baku                                                                    Y1 = 0 + 1000 X
Biaya TKL                                                                                Y2 = 0 + 600 X
BOP      
        Biaya Bahan Penolong    Ya =    0 + 50 X
        Biaya Listrik                   Yb = 1.500.000 + 75 X
        Biaya Depresiasi            Yc = 4.000.000 + 0 X
        Biaya Gaji                      Yd = 6.200.000 + 0 X
        Biaya Asuransi               Ye = 1.300.000 + 25 X
        Total BOP                                Y3 = 13.000.000 + 150 X                        
Pemasaran                                    Y4 = 30.000.000 + 0 X
Admn dan Umum                          Y5 = 25.000.000 + 0 X
Operasi                                          Y6 = 25.000.000 + 0 X
Total Biaya                                     Yt = 93.000.000 + 950 X
2. Anggaran Variabel Bentuk Formula



c.    Bentuk Tabel



d.    Bentuk Grafik



e.    Harga Pokok Per Unit



f.    Laporan Laba Rugi


#

Referensi:
  • Hansen & Mowen, (2000). Manajemen Biaya, Edisi pertama, Jakarta : Salemba Empat.
  • Nafarin, M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi ke-3. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
  • Ahyari, A. 1989. Anggaran Perusahaan: Pendekatan Kuantitatif. Buku 1. Yogyakarta: BPFE.
  • Sasongko, C. dan Parulian, S.R. 2010. Anggaran. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
  • Munandar, M. 2007. Budgeting: Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja. Edisi ke-2. Yogyakarta: BPFE. 
  • Adisaputro, G. 2007. Anggaran Perusahaan 2. Edisi ke-1. Yogyakarta : BPFE.
  • Supriyanto, Y. 1995. Anggaran Perusahaan. Edisi ke-1. Yogyakarta : bagian penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
  • Adisaputro, G. dan Marwan, asri. 1979. Anggaran Perusahaan: Prinsip Mekanisme dan Teknik Penyusunannya. Yogyakarta : bagian penerbitan Universitas Gadjah Mada.
  • Adisaputro, G. dan Yunita, A. 2007. Anggaran Bisnis Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian Laba. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.

Kumpulan soal


1.      Laporan Biaya Tenaga Kerja Langsung dapat disusun bila anggaran biaya TKL telah disusun dan realisasi biaya TKL telah tercatat oleh bagian akuntansi. Jelaskan perbedaan antara anggaran TKL dan realisasi biaya TKL jika diidentifikasikan dari Segi:  a.  Selisih Kuantitas  b.  Selisih Efisiensi  c.  Selisih Tarif
2.      Laporan anggaran biaya material dapat disusun bila anggaran biaya material telah disusun dan realisasi biaya material telah tercatat oleh bagian akuntansi. Jelaskan perbedaan antara anggaran biaya material dan realisasi biaya material jika diidentifikasikan dari Segi:  a.  Perbedaan Kuantitas  b.  Perbedaan Efisiensi  c.  Perbedaan harga
3.      Jelaskan tahap-tahap penyusunan anggaran kas  !
4.      Anggaran Utang Merupakan anggaran yang merencanakan jumlah utang pada waktu yang akan datang, baik untuk utang jangka pendek maupun untuk utang jangka panjang. jelaskan hal-hal yang mempengaruhi besar kecilnya anggaran utang   
5.      Penambahan aktiva tetap dalam suatu perusahaan memerlukan banyak pertimbangan, karena salah satunya modal dalam aktiva tersebut akan kembali dalam waktu yang cukup lama. setiap penambahan aktiva tetap pasti mempunyai tujuan tertentu. Sebutkan tujuan tersebut !
6.      Bila material yang ada digudang dibeli dari beberapa suplier dan pada setiap pembelian harganya berbeda, maka akan timbul permasalahan berupa persediaan yang direncanakan akan dinilai dengan harga yang mana. Jelaskan 3 metode yang dapat dipilih untuk mengatasi hal tersebut diatas  !
7.      Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran piutang diantaranya Tingkat Persaingan dan Kebijakan penagihan Piutang. Jelaskan kedua hal tersebut  !
8.      Jelaskan apa yang anda ketahui tentang Margin Of Savety dan tuliskan rumusnya!
9.      Jelaskan bentuk-bentuk anggaran variabel  !
10.  Untuk menentukan berapa besarnya anggaran biaya penjualan pada suatu periode dapat digunakan beberapa pendekatan, diantaranya a. berdasarkan keuntungan periode sebelumnya,  b. berdasarkan Return On Investment  dan  c. Berdasarkan tingkat persaingan

SOAL HITUNGAN  !
1.      Di perusahaan PT F & F terdapat bagian sekretariat, pembukuan dan bagian rumah tangga. Biaya administrasi tahun 2002 dikelompokan sebagai berikut :
·       Gaji karyawan
·       Alat tulis kantor
·       Pemeliharaan gedung
·       pemeliharaan alat-alat
·       Biaya listri dan air
·       Biaya depresiasi
Data berikut ini adalah biaya administrasi yang dikeluarkan pada tahun 2002 untuk masing-masing bagian.
a. Gaji Karyawan
Besarnya gaji karyawan secara keseluruhan mencapai Rp 25.000.000,- dengan proporsi
·       Sekretariat : 30%
·       Pembukuan : 50%
·       Rumah tangga : 20%
Karena tuntutan serikat pekerja dan pertimbangan inflasi yang terjadi maka tahun 2003 dinaikkan 10%
b. Alat tulis kantor
Kebutuhan alat tulis kantor untuk masing-masing bagian adalah sebagai berikut :
·       Sekretariat : 30%
·       Pembukuan : 50%
·       Rumah tangga : 20%
Biaya alat tulis kantor sejumlah Rp 5.000.000,- sedang pada tahun 2003 diperkirakan meningkatkan menjadi Rp 6.000.000,-
c. Pemeliharaan gedung
untuk pemeliharaan gedung, telat ditetapkan bahwa ada beban tetap yang telah ditentukan untuk satu tahun sejumlah Rp 6.000.000,-, tetapi masih ditambah beban variabel yang tergantung pada berapa jam kerja yang digunakan, yang tarifnya sebesar Rp 1.000,- per JKL. Pada tahun 2002 JKL: yang digunakan sebanyak 2000 JKL proporsi untuk masing-masing bagian adalah 30%, 50%, dan 20%.
d. Pemeliharaan alat
Untuk pemeliharaan alat-alat kantor yang dipakai seperti mesin fotocopi, faximile, komputer, dan fasilitas yang lain telah dikeluarkan biaya sejumlah Rp 10.000.000,-. Pada tahun depan diperkirakan naik 15%. Proporsinya masing-masing bagian adalah 25%, 30%, dan 45%.
e. Biaya listrik dan air
Biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp 1.500.000,- dengan proporsi yang sama. Untuk tahun 2003 tidak ada perubahan
f. Biaya depresiasi
Biaya depresiasi gedung, kendaraan dan alat-alat yang lain mancapai Rp 30.000.000,- denagn proporsi yang sama dan untuk tahun 2003 tidak naik.
Dengan data ini susunlah anggaran administrasi tahun 2003!

2.      Perusahaan akan menyusun anggaran biaya penjualan tahun 2001 dengan data berikut :
a. Anggaran biaya per unit sebesar Rp 2.000,-
b. Anggaran penjualan tahun 2001 sebesar 10.000 unit dengan rincian
TW I 3.000 unit
TW II 2.000 unit
TW III 1.500 unit
TW IV 3.500 unit
c. Perkiraan masing-masing biaya didasarkan pada presentase berikut :
Biaya promosi 30%
Biaya akomodasi 20%
Biaya depresiasi 10%
Gaji pegawai 30%
Lain-lain 10%
Diminta :
Menyusun anggaran administrasi penjualan tahun 2001


3.      Berikut ini adalah biaya Overhead Pabrik (BOP) pada suatu perusahan selama tahun 2000
Biaya Overhead Pabrik Tahun 2002
No
Jenis Biaya
Jumlah Biaya (Rp)
Keterangan
1
Depresiasi
6.000.000
100% tetap
2
Bahan penolong
1.000.000
100% variabel
3
Gaji
4.000.000
100% tetap
4
Biaya pemeliharaan
1.500.000
40% tetap
5
Biaya lain-lain
2.500.000
70% tetap
Total
15.000.000
Realisasi produkasi tahun 2000 sebesar 100 unit. Bila anggaran produksi tahun 2001 sebesar 1.200 unit, berapa besarnya biaya overhead pabrik tahun 2001 (Anggaran variabel bagian produksi disusun pada relevant range 1.000 – 2.000 unit) ?










4.      Perusahaan akan menyusun anggaran piutang tahun 2001, data yang ada adalah :
a. Anggaran penjualan tahun 2001
Keterangan
Produk A
Produk B
Unit
Harga/U
Jumlah
Unit
Harga/U
Jumlah
TW I
TW II
TW III
TW IV
2.000
3.000
2.500
2.500
2.000
4.000.000
6.000.000
5.000.000
5.000.000
3.000
5.000
3.500
3.500
4.000
12.000.000
20.000.000
14.000.000
14.000.000
10.000
2.000
20.000.000
15.000
4.000
60.000.000

b. Kebijakan penjualan
·       Penjualan tunai 25%
·       Rata-rata oiutang tak tertagih 5%
·       Pembayaran piutang
Sebesar 50% dibayar pada 1 triwulan setelah transaksi, sisanya pada triwulan berikutnya.

c. Saldo awal piutang sebesar Rp 6.000.000

Diminta :
Menyusun anggaran piutang tahun 2001


5.      Setiap produk diproses melalui 2 tahap yaitu tahap I dan tahap II. Setelah melalui tahap I rata-rata tingkat penyelesaian komponen produksi adalah sebagai berikut
Tingkat penyelesaian produk
Keterangan
Tingkat penyelesaian (%)
Tafif/unit (Rp)
Material
TKL
BOP
50
60
70
2.000
1.000
3.000
Pada akhir periode sebanyak 1.500 unit bahan selesai diproses, tetapi baru diproses pada tahap I. Berapa nilai persediaan akhir tersebut ?

6.      Skedul pengambilan utang tahun 2003 dari suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
No
Keterangan
1
Pada bulan januari 2003 akan membeli komputer seharga Rp 50.000.000,- dibayar tunai 60% sedang sisinya diangsur 6 kali per bulan dengan bunga 2% per bulan, pembayaran angsuran mulai bulan februari.
2
Pada bulan april membeli peralatan seharga Rp 15.000.000,m- diangsur 4 kali mulai bulan mei sampai agustus, bunga / bulan 2% dibayar pada angsuran terakhir.
3
Pada bulan agustus membeli program software senilai Rp 12.000.000,- dapat diangsur 3 kali mulai bulan oktober sampai dengan desember.
Diminta : Menyusun anggaran utang dan perhitungan saldo utang tiap bulan

7.      Perusahaan akan menyusun anggaran kas tahun 2003 data yang digunakan adalah :
1. Penjualan
a. Anggaran penjualan tahun 2003
TW Penjualan (Rp)
I 60.000.000
II 50.000.000
III 40.000.000
IV 55.000.000
b. rata-rata penjualan tiap triwulan dibayar secara kredit (jangka pendek) dan penjualan tunai hanya 20%
c. Pembayaran piutang dilakukan pada.
·       Dibayarkan 1 triwulan dari transaksi 80% dari total piutang
·       Sisanya dibayarkan pada triwulan berikutnya dari pembayaran pertama
d. Piutang pada tahun 2002 yang belum terbayar Rp 25.000.000,-
e. Rata-rata piutang tidak tertagih 5%
2. Penjualan aktiva tetap yang tidak terpakai Rp 6.000.000 pada triwulan II
3. Pendapatan bungan tiap triwulan Rp 3.000.000,-
4. Biaya operasional per triwulan sebesar 60% dari nilai penjualan
5. Pembelian aktiva tetap untuk mengganti yang rusak seharga Rp 10.000.000,- pada triwulan I
6. Biaya bunga setiap triwulan Rp 2.500.000,-
7. Kebijakan kas yang ditetapkan adalah memiliki kas Rp 10.000.000,- s.d Rp 20.000.000,-
8. Saldo awal kas tahun 2003 sebesar Rp 5.000.000,-
Diminta : Susunlah anggaran kas ?